Assalamu'alaikum...
 
Showing posts with label Syair dan Puisi. Show all posts
Showing posts with label Syair dan Puisi. Show all posts

Monday, October 7, 2013

Balada Anak Penjaga Tol

0 comments
"Balada Anak Penjaga Tol"

Lengang....
wess....wess....tiiiinnn....
sesekali suara kecepatan mobil....
aku tengok jendela sebelah....
karena cepatnya mobil tak lagi terlihat....
dari arah mana dan kemana

srek....
aku buka pintu...
tak terlihat lagi lalu lalang manusia...
ach...
rupanya sudah tengah malam...
suara tok tok makananpun tak lagi terdengar...
di jalan sebelahnya lagi...

kruck...kruck...kruck...
perutku berbunyi...
terpaksa aku keluar...
kulihat dapur sempitku...
Alhamdulillah...
masih ada nasi dan lauk ikan mas sore tadi
ku makan dengan lahap
kenyang...

ku lihat anakku dalam ruang istirahatnya
ada tubuh merongkol...
lelah...
aku melihat dari raut wajahnya...
ku tutup pelan pintu ruang istirahat itu

berjalan pelan-pelan
ku lihat anakku di dalam gardu...
sesekali terlihat menguap....uaahh...
menggoyangkan tubuhnya yang lelah
aku tersenyum...

suasana malam ini sepi memang
sepi memang....
hingga jarang kendaraan mampir transaksi
ku berikan senyum tanda semangat...
sebentar lagi waktu istirahat berganti

cemunggut.... Anakku...
cemungut.....
Allah pasti mencacat segala kebaikanmu malam ini

Aku menghela nafas...
tak dapat berbuat banyak...
ach...
inilah nasibku dan nasib anak-anaku
tengah malam berada jauh dari keluarga
namun inilah pengabdian atas nama Allah...

I love You ....penjaga gardu tol Meruya

Tengah Malam di gerbang tol Meruya, 06/10/2013



Read more...

Friday, October 4, 2013

MALAIKAT HATI

0 comments
MALAIKAT HATI

Tak sulit kau berpaling dariku
Masih banyak disana yang mencintaimu
Namun semua tak mengindahkanmu
Kau berucap "ku tetap memilihmu"

Aku terdiam tanpa berkata
Saat ketulusan hati mulai berbicara
Begitu indah kini ku rasa
Kau cintai aku apa adanya

Diantara luka kau tertawa
Diantara pedih kau masih setia
Walau samudra memisahkan kita
Masih ku rasakan kasihmu suci tak bernoda

Kau ajarkanku arti mencintai
Kau berikan cinta sepenuh hati
Tuhan tolong jawab do'aku ini
Satukan kami dibumi dan surga nanti
Read more...

Wednesday, September 18, 2013

SUAMIKU TERCINTA

0 comments
SUAMIKU TERCINTA

Aku tak pernah berhenti mencintaimu
Aku mungkin bukan wanita terbaikmu
atau mungkin bukan kekasih impianmu
namun....
Aku memujamu seolah engkau di atas langit
Tak dapat kuraih...
namun...
Membuatku selalu ingin memelukmu

Suamiku...
Aku mungkin bukan perempuan cintamu
atau pendamping hidup yang sempurna untukmu
tetapi...
Kaulah raja yang selalu menguatkan hidupku...

Ku persembahkan untuk suamiku tercinta
I LOVE YOU, dear......


Read more...

Tuesday, September 17, 2013

Tahukah kamu

0 comments
Tahukah kamu....

Semalam aku menunggumu
menantimu sampai mataku tak mampu lagi terpejam
mengapa kau tak pernah tumbuhkan perasaan itu
mengapa.....

Aku adalah kekasihmu.
yang kau berjanji untuk tidak saling menyakiti
namun...
apa hanya itu sebatas ucapanmu...
Ya Allah...
apa yang terjadi pada hati ini...
pada hatinya...

Setiap malam hanya sebuah penantian
sementara kau asik dengan dirimu sendiri
inikah kebahagiaan yang ingin kau hadirkan untukku
yang selalu kau ucapkan ingin menjagaku
namun...
kemana kamu setiap malam
aku selalu sendiri dalam peraduan malam
aku benci...
namun aku tak mampu ucapkan itu...
karena aku sangat mencintaimu...

Read more...

Galau

0 comments
GALAU

aku benci semua tentangmu
aku muak
aku capek 
aku lelah menjalani setiap kerikil yg semakin tajam
yang kau tancapkan diam diam dibelakangku
Tuhan beri aku kekuatan,
entah sampai kapan hanya engkau yg tau
mungkin sampai menutup mataku
ku biarkan hatiku tergores dustamu
karna hanya Tuhan yang tau kesabaran aku menanti mu
kuharap pintu maafku tak pernah tertutup untuk mu
ku berdoa kau mengerti perasaanku
kan kubiarkan hidupku ini berjalan seperti air
tapi takkan kubiarkan kerinduanku berlalu bersama air
meski berat,benci,dan bosan kan kucoba jalani semua dgn ikhlas
Read more...

Dalam Lamunan

0 comments
Dalam Lamunan

Disini ku duduk sendiri
menantimu...
Menunggumu tanpa lelah
berharap kau hadir menemani 
malamku yang tiada berbintang
disekitarku diam sepi tanpa deburan angin
tak lagi kurasakan keindahan dulu
tak lagi kurasakan canda tawa 
bersamamu diberanda rumah
bukan karena ku patah hati
bukan pula karena kau pergi
tapi inilah kisah ku
duduk sendiri diberanda rumah
tanpa kamu menemani
karena kini kau ada disana bersama semua impianmu
bersama mimpi yang ingin kau wujudkan
dalam tangisku ku bedoa smoga Tuhan mengabulkan harapanmu
meski terasa sakit saat ini
harus ku tarik nafas panjangku
mengajak hati kecilku berdamai pada situasi yang smakin rumit
ntah sampai kapan
aku tak tau
be alone
ku rindu saat saat kita yang dulu
aku benar-benar rindu.....
Read more...

tanda tanya

0 comments

tanda tanya

Laksana ombak deras yang menghempas

Aku berhenti sejenak

Merenungkan tanda tanya

yang setiap waktu mengetuk pintu kalbu

Adakah ketulusan ?



Meski telah kau simpan pelangi di hati

Meski telah engkau ijinkan hatimu menjadi rumah hatiku

Selalu muncul tanya di benaku

Benarkah semua ini ?



Biarlah sang pengatur waktu

yang berikan jawaban

semoga cinta tulus yg kau beri

mampu menghapus semua ragu ini

semoga kesetiaan yg kau janjikan 

mampu menenangkan hati ini



karna sekali aku mengukir cinta dihati

takkan terhapus oleh zaman

harapku kau menjaga cinta yg tlah ku ukir

dan menyimpannya rapi digudang hatimu
Read more...

Asa

0 comments

ASA

Kucoba tuk tapaki hati ini

Sunyi sepi yang kurasa

Tiada teman tiada kawan

Hanya kehampaan yang ada



Inginku berlari dari semua ini

Namun ku tak bisa

Kucoba tuk bangkit

Namun ku terjatuh lagi



Raga ini serasa mati tak bernyawa

Namun ku coba tuk membangkitkannya

Mencari jati diri yang telah hilang

Tuk menggapai mimpi di depan mata
Read more...

Benci

0 comments

benci

sungguh tak kusangka kau memang orang yang sangat tega
kesalalahan besar yang kau perbuat
kau tutupi dengan kesalahan kecil yang ku lakukan
kejam...
Kau sungguh tak punya hati
aku tak tau harus bagaimana menjalani semua ini
aku ingin membenci tapi aku tak mampu
ingin rasanya ku akhiri semua
tapi aku tak bisa
ya allah mengapa harus ada pertemuan 
jika akhirnya menyakiti perasaanku
tak ku percaya dia punya mulut yang manis pada orang 
tapi kata yg kasar padaku
haruskah aku menjadi orang lain dalam hidupnya
agar dia memperlakukan aku dengan manis
keangkuhannya, ke egoisannya mengeraskan watakku
lalu siapa yang salah atas semuanya
aku benci takdirku sendiri....
karena ku tak sanggup bersabar lebih lama atas ketidak adilan ini
aku muaaaaak
Read more...

Bisu

0 comments

bisu

tiba tiba saja kita membisu ..
tanpa mampu mengucap sepatah katapun ..
kita berada pada hayalan masing masing, 
dan larut dalam pikiran masing masing ..

kau dan aku berjalan bersama ..
membendung kisah klasik yg fana ..
kita menari di kehidupan yg berbeda ..

mungkin terlalu jauh pandanganku, 
hingga kadang nalarmu tak mampu untuk menjangkaunya ..
atau rasaku yg lebih besar, 
dan ribuan kemungkinan aku tambat disana ..
atau aku yg terlalu takut untuk membayangkan
 harus melangkah pergi darimu, 
ketika suatu saat keadaan memaksa aku untuk bersembunyi ??

kau tetap diam ...
berjelaga dibalik punggung karang ..

maaf sayang ..
tlah menyeretmu kedalam tirai biru bersangkar sutera ...
Read more...

Kamu Berubah

0 comments

diperaduan senja berbalut awan
kucari sebongkah rindu yg dulu ada
kudatangi sinar surya yg hampir tenggelam
menitip kan asa kepada sang bulan

adakah masih rasa yg dulu utuh
masihkan sayang itu menggebu
pernakah rindu itu terbersit kembali
ku cari dan kucari jawaban dari sepenggal hati yg rapuh

kini kusadari kau disampingku
tapi tak kurasakan gejolak asmara yg dulu ada
kutatapi sorot matamu yg syahdu
tapi tak kulihat bayangku disana

aku butuh hatimu yg utuh seperti dulu
aku butuh cintamu yg sempurna
aku tak melihat siapa,apa,dan bagaimana kamu
tapi aku hanya ingin bahagia seperti saat saat kemarin 

walau dengan cara yg sangat biasa
aku rindu kebersamaan kita itu sayang....
karna kini diri dan hatimu seperti surya ditelan senja
yg tak menitipkan cahaya pada bulan

kamu berubah
Read more...

Di Sudut Hati Ini

0 comments

di sudut hati ini

malam yang sunyi sepi tak berbintang
terasa panjang dan menyiksa hati
tanpa mu, tanpa canda tawamu

disini disudut hati ini
kucari bayangmu 
kunanti hadirmu

sekali kali aku coba membencimu
tapi aku tak mampu
sering kali kucoba mengusir bayangmu dari benakku
sungguh aku tak bisa

kamu masih yang terindah dihidupku
kamu masih yang terkasih dihatiku

lihat sedikit kekurangan ku
dan kulihat sedikit kekuranganmu
kitakan saling berbagi 
menjadikannya sebuah cinta yang sempurna

malam ku takkan indah tanpamu
ku masih disini
menunggumu dengan cinta yg sempurna
menanti dengan setia yang utuh
Read more...

Diantara Sinar Rembulan

0 comments
diantara sinar rembulan

lihatlah mentari perlahan akan tenggelam
biasanya rembulan datang menyambut malam
angin bertiup menghembus daun daun
begitu riangnya ditemani cahaya rembulan
TUHAN lihat lah kami...
yang tak pernah lelah berdo'a
dibalik gelap malam mencekam
menanti hangatnya hati
dibawah sinar bulan dan cahaya bintang
kutitipkan hatiku padamu
tatapan mu begitu teduh
indah disinari cahaya rembulan
TUHAN.... dengarlah do'a kami....
yang tak henti memohon...
satukanlah hati kami berdua
selamanya.......
selamanya.....
Read more...

Friday, September 13, 2013

Kumpulan Syair dan Puisi Khalil Gibran

0 comments
Kumpulan Syair dan Puisi Khalil Gibran

Khalil Gibran adalah seorang seniman, penyair, dan penulis di Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon pada 6 Januari 1883 dan meninggal di New York City, Amerika Serikat, pada 10 April 1931 pada umur 48 tahun. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya membuat berbagai buku, prosa, puisi dan kata mutiara di Amerika Serikat.

 Berikut adalah kumpulan puisi-puisi nya :


Cinta Yang Agung

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh


Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yang tipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakahYang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?


Perjamuan Jiwa

BANGUNLAH, Cintaku.
Bangun!
Kerana jiwaku mengalu-alumu dari dasar laut,
dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas gelombang yang mengamukBangunlah,
kerana sunyi telah menghentikan derap kaki kuda dan langkah para pejalan kaki.
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki, sementara aku terbangun sendiri,
rasa rindu membukakan kertas surat tidurku.
Cinta membawaku dekat denganmu, namun kebimbangan melemparkan diriku menjauh darimu.
Aku telah membuang bukuku,
kerana keluhku mengunci kata-kata dan desah nafasku meninggalkan tempat tidurku,
Cintaku,
kerana takut pada hantu lupa yang berada di balik selimut.
Aku telah membuang bukuku,
kerana keluhku mengunci kata-kata dan desah nafasku meninggalkan halaman buku yang kosong di depan mataku!Bangun,
bangunlah,
Cintaku dan dengar diriku!
Aku mendengarkanmu,
Cintaku!
Aku mendengar panggilanmu dari lautan lepas dan merasakan lembutnya sentuhan sayapmu. Aku telah jauh dari ranjangku,
beranjak ke tanah lapang, hingga embun membasahi kaki dan bajuku.
Di sinilah aku berdiri,
dibawah bunga-bunga pohon badam,
memenuhi panggilan jiwamu.
Bicaralah padaku,
Cintaku,
dan biarkan nafasmu menghirup angin gunung yang datang padaku dari lembah-lembah Lebanon.
Bicaralah.
Tak ada yang akan mendengar selain diriku.
Malam telah melarutkan semua manusia ditempat tidurnya.
Syurga telah menyulam cahaya rembulan dan menghamparkannya ke seluruh daratan Lebanon,
Cintaku.
Syurga telah meriasnya dengan bayangan malam,
jubah tebal membentang dihembus asap dari cerobong kain,
dihembus nafas kemari, dan mengelarnya di telapak kota,
Cintaku.
Para penduduk telah pulas menganyam mimpi di ubun-ubunnya di tengah pohon-pohon kenari. Jiwa mereka mempercepatkan langkah mengejar negeri mimpi,
Cintaku.
Lelaki-lelaki longlai menggendong emas,
dan tebing curam yang akan dilalui melemaskan lutut mereka.
Mata mereka mengantuk kerana dililit kesulitan dan ketakutan.
Mereka melemparkan tubuh ke tempat tidur sebagai tempat berlindung dari hantu-hantu yang menakutkan dan mengerikan,
Cintaku.
Hantu-hantu dari masa lalu berkeliaran di lembah-lembah.
Jiwa para raja melintasi bukit-bukit.
Fikiranku yang berhias kenangan menyingkap kekuatan bangsa Chaldea,
kemegahan Arab.
Di lorong-lorong gelap,
jiwa-jiwa pencuri yang tegap berjalan,
muncung-muncung nafsu ular berbisa muncul dari celah-celah benteng,
dan rasa sakit berdengung kematian,
muntah-muntah sepanjang jalan.
Kenangan menyingkap tabir kelupaan dari mataku dan nampaklah Sodom yang menjijikkan, serta dosa-dosa Gomorah.
Ranting-ranting berayun-ayun,
Cintaku,
dan desirnya bertemu dengan alunan anak sungai di lembah.
Syair-syair Sulaiman,
nada kecapi Daud dan lagu Ishak Al-Mausaili terngiang-ngiang di telinga kami.
Jiwa anak-anak yang lapar di penginapan menggelupur,
ibunya mengeluh di atas kamar kesedihan,
dan kekecewaan telah jatuh dari langit.
Mimpi-mimpi kebimbangan melanda hati yang lemah.
Aku mendengar rintihan pahitnya.
Semerbak bunga melambai seiring nafas pohon-pohon cedar.
Terbawa angin sepoi-sepoi menuju perbukitan,
harum itu mengisi jiwa dengan kasih sayang dan meniupkan kerinduan untuk terbang.
Tetapi racun dari rawa-rawa jug berkelana mengepul bersama penyakit.
Seperti panah rahsia yang tajam,
racun itu telah menembusi perasaan dan meracuni udara.
Tanpa kusedari matahari telah mengilaukan cahaya pagi,
Cintaku,
dan jari-jari timur yang lentik menimang mata-mata orang yang terlelap.
Cahaya itu memaksa mereka untuk membuka daun jendela dan menyelak hati dan kemenangan.
Desa-desa,
yang sedang tertidur dalam damai dan tenang di pundak-pundak lembah,
bangun,
loceng-loceng berdenting memenuhi angkasa sebagai panggilan untuk mula berdoa.
Dan dari gua-gua,
gema-gema juga berdengung,
seolah-olah seluruh alam sedang berdoa bersama-sama dengan khusyuknya.
Anak-anak sapi telah keluar dari kandangnya,
biri-biri dan kambing meninggalkan bangsalnya untuk menuai rumput yang berembun dan berkilatan cahaya.
Penggembalanya mengikuti dari belakang sambil mengamatinya di balik lelalang.
Di belakangnya lagi gadis-gadis bernyanyi seperti burung menyambut pagi.
Kini tangan siang hari yang perkasa terbaring di atas kota.
Tirai telah diselak dari jendela dan pintu pun terbuka.
Mata yang penat dan wajah lesu para penjahit telah siap di tempat kerjanya.
Mereka merasakan kematian telah melanggar batas kehidupan mereka,
dan riak muka yang layu mempamerkan ketakutan dan kekecewaan.
Di jalanan padat dengan jiwa-jiwa yang tamak dan tergesa-gesa,
dan di mana-mana terdengar desingan besi,
pusingan roda dan siulan angin.
Kota telah menjadi arena pertempuran di mana yang kuat menindas yang lemah dan si kaya mengeksploitasi dan menguasai si miskin.
Betapa indah hidup ini,
Cintaku,
seperti hati penyair yang penuh dengan cahaya dan kelembutan hati.
Dan betapa kerasnya hidup ini,
Cintaku,
seperti dada penjahat, yang berdebar-debar kerana selalu merasa bimbang dan takut.


Ibu

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta,
kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasamerestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya.
Pepohonandan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.Penuh cinta dan kedamaian.
Kisahku
Dengarkan kisahku… .
Dengarkan,
tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:
kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..
Jika kita mencintai,
cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.
Jika kita bergembira,
kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.
Jika kita menderita,
kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.
Jangan kau anggap bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.
Cinta adalah tunas pesona jiwa,
dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,
ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.
Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,
yang terbuka namun rahsia;
ia hanya dapat difahami melalui cinta,
hanya dapat disentuh dengan kebaikan;
dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal uap.


Sahabatku Yang Tertindas

Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan,
diberi makan pada dada penurunan nilai,
yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani,
engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.
Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya,
anak-anaknya yang masih kecil,
sahabat-sahabatnya,
dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut ‘keperluan’.
Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya,
yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.
Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan,
dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.
Dan engkau, Wahai wanita yang malang,
yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan.
Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu,
memperdayakan engkau,
menanggung kemiskinanmu dengan emas.
Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.
Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati,
para martir bagi hukum buatan manusia.
Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat,
dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya,
dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya Jangan putus asa,
kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini,
di balik persoalan, di balik awan gemawan,
di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan, segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.
Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan.
Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.Engkau laksana pepohonan telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. Lalu musim bunga akan tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.Kebenaran akan mengoyak tabir airmata yang menyembunyikan senyumanmu. Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan kuanggap hina para penindasmu.


Indahnya Kematian

Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.
Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.
Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,
kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.
Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;
Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.
Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku..


7 Alasan Mencela Diri

Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku, pertama kali ketika aku melihatnya lemah, padahal seharusnya ia bisa kuat.
Kedua kali ketika melihatnya berjalan terjongket-jongket dihadapan orang yang lumpuh
Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan mudah ia memilih yang mudah Keempat kalinya,
ketika ia melakukan kesalahan dan cuba menghibur diri dengan mengatakan bahwa semua orang juga melakukan kesalahan Kelima kali,
ia menghindar kerana takut,
lalu mengatakannya sebagai sabar Keenam kali,
ketika ia mengejek kepada seraut wajah buruk padahal ia tahu,
bahawa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia pakai Dan ketujuh,
ketika ia menyanyikan lagu pujian dan menganggap itu sebagai suatu yang bermanfaat..


Syukur

Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan
Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan
Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta
Pulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dada
Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari
Dan sebuah nyanyian kesyukuran terpahat di bibir senyuman


Setitis Air Mata Seulas Senyuman

Takkan kutukar dukacita hatiku demi kebahagiaan khalayak.
Dan, takkan kutumpahkan air mata kesedihan yang mengalir dari tiap bahagian diriku berubah menjadi gelak tawa.
Kuingin diriku tetaplah setitis air mata dan seulas senyuman.
Setitis airmata yang menyucikan hatiku dan memberiku pemahaman rahsia kehidupan dan hal ehwal yang tersembunyi.
Seulas senyuman menarikku dekat kepada putera kesayanganku dan menjelma sebuah lambang pemujaan kepada tuhan.
Setitis airmata meyatukanku dengan mereka yang patah hati;
Seulas senyum menjadi sebuah tanda kebahagiaanku dalam kewujudan.
Aku merasa lebih baik jika aku mati dalam hasrat dan kerinduan berbanding jika aku hidup menjemukan dan putus asa.
Aku bersedia kelaparan demi cinta dan keindahan yang ada di dasar jiwaku setelah kusaksikan mereka yang dimanjakan amat menyusahkan orang.
Telah kudengar keluhan mereka dalam hasrat kerinduan dan itu lebih manis daripada melodi yang termanis.
Ketika malam tiba bunga menguncupkan kelopak dan tidur, memeluk kerinduannya.
tatkala pagi menghampiri, ia membuka bibirnya demi menyambut ciuman matahari.
Kehidupan sekuntum bunga sama dengan kerinduan dan pengabulan.
Setitis airmata dan seulas senyuman.
Air laut menjadi wap dan naik menjelma menjadi segumpal mega.
Awan terapung di atas pergunungan dan lembah ngarai hingga berjumpa angin sepoi bahasa, jatuh bercucuran ke padang-padang lalu bergabung bersama aliran sungai dan kembali ke laut, rumahnya.Kehidupan awan-gemawan itu adalah sesuatu perpisahan dan pertemuan.
Bagai setitis airmata seulas senyuman.
Dan, kemudian jiwa jadi terpisahkan dari jiwa yang lebih besar, bergerak di dunia zat melintas bagai segumpal mega diatas pergunungan dukacita dan dataran kebahagiaan.
Menuju samudera cinta dan keindahan – kepada Tuhan.


Lagu Ombak

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepatLalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.
Aku segera bergerak diam-diamDari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.
Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cintadi telinganya, dan dia memelukku penuh damba
Di terik siang kunyanyikan dia lagu harapan
Diiringi kucupan-kucupan kasih sayang
Gerakku pantas diwarnai kebimbangan
Sedangkan dia tetap sabar dan tenang.
Dadanya yang bidang meneduhkan kegelisahan
Kala air pasang kami saling memeluk
Kala surut aku berlutut menjamah kakinya
Memanjatkan doaSeribu sayang, aku selalu berjaga sendiri
Menyusut kekuatanku.
Tetapi aku pemuja cinta,
Dan kebenaran cinta itu sendiri perkasa,
Mungkin kelelahan akan menimpaku,

Namun tiada aku bakal binasa.
Read more...