Assalamu'alaikum...
 

Friday, October 11, 2013

Contoh Lamaran Kerja

0 comments
Hal: Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth,
Bapak / Ibu Manager Personalia
PT Jasa Marga (Persero)Tbk

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya:
Nama                                    :                   
Jenis Kelamin                     :
Tempat & tgl. Lahir          :
Agama                                  : Islam
Alamat                                  :
No. HP                                  :
Pendidikan Akhir              :
Dengai ini saya mengajukan surat lamaran kerja kepada bapak . Ibu untuk menjadi bagian di Perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak / Ibu, bersama ini saya lampirkan :
1. Foto Copy Ijazah
2. Foto Copy Transkrip Nilai
3. Foto Copy KTP
4. Foto Copy SKCK ( Surat Keterangan Catatan Kepolisisan )
5. Foto Copy Surat Keterangan Dokter
6. Daftar Riwayat Hidup
7. Pas Foto 3x4 atau 4x6 (2 lembar)
Demikian surat lamaran ini saya ajukan, besar harapan saya untuk dapat diterima di Perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin
Atas perhatian dan pertimbangannya, saya ucapkan terima kasih

Hormat  Saya




Read more...

Monday, October 7, 2013

Balada Anak Penjaga Tol

0 comments
"Balada Anak Penjaga Tol"

Lengang....
wess....wess....tiiiinnn....
sesekali suara kecepatan mobil....
aku tengok jendela sebelah....
karena cepatnya mobil tak lagi terlihat....
dari arah mana dan kemana

srek....
aku buka pintu...
tak terlihat lagi lalu lalang manusia...
ach...
rupanya sudah tengah malam...
suara tok tok makananpun tak lagi terdengar...
di jalan sebelahnya lagi...

kruck...kruck...kruck...
perutku berbunyi...
terpaksa aku keluar...
kulihat dapur sempitku...
Alhamdulillah...
masih ada nasi dan lauk ikan mas sore tadi
ku makan dengan lahap
kenyang...

ku lihat anakku dalam ruang istirahatnya
ada tubuh merongkol...
lelah...
aku melihat dari raut wajahnya...
ku tutup pelan pintu ruang istirahat itu

berjalan pelan-pelan
ku lihat anakku di dalam gardu...
sesekali terlihat menguap....uaahh...
menggoyangkan tubuhnya yang lelah
aku tersenyum...

suasana malam ini sepi memang
sepi memang....
hingga jarang kendaraan mampir transaksi
ku berikan senyum tanda semangat...
sebentar lagi waktu istirahat berganti

cemunggut.... Anakku...
cemungut.....
Allah pasti mencacat segala kebaikanmu malam ini

Aku menghela nafas...
tak dapat berbuat banyak...
ach...
inilah nasibku dan nasib anak-anaku
tengah malam berada jauh dari keluarga
namun inilah pengabdian atas nama Allah...

I love You ....penjaga gardu tol Meruya

Tengah Malam di gerbang tol Meruya, 06/10/2013



Read more...

Sunday, October 6, 2013

Menambah Link In Alexa Dengan Cepat Dan Akurat

0 comments

Cara Meningkatkan Site Link In Alexa Rank Cara Meningkatkan Site Linking Alexa Rank saya baca ketika berkunjung di blog sahabat, kemudian saya lihat Widget Alexa Rank yang terpampang di sidebar blognya. Woowww?. Site Link In ? nya banyak sekali, Jumlahnya hingga Puluhan Ribu. Sudah lama sebenarnya saya menemukan posting seperti ini, namun dulu saya sanksi apakah benar cara ini bisa berhasil menaikkan PR dan backlink. Setelah saya membacanya kembali dan masih kurang yakin atas Site Link In Alexa Rank yang saya lihat di alexa-nya sayapun kembali lagi mengunjungi blog-blog yang telah mengikuti cara ini. Dan ternyata benar, blog-blog yang menerapkan cara ini Page Rank Juga Ikut meningkat namun yang paling menonjol adalah Site Linkingyang dimiliki blog-blog tersebut sungguh banyak sekali.

Jika kita memiliki PR yang bagus dan backlink yang banyak, maka sangat cocok jika kita ikut program semacam paid reviews. Saya sungguh menyesal tidak menerapkan cara ini sejak dulu. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Karna saya ingin memoneytize kan blog ini ke program paid reviews.

Caranya sangatlah mudah, anda hanya tinggal copy link yang berada di bawah ini dengan syarat anda harus menghapus link pada peringkat 1 dari daftar, lalu pindahkan yang tadinya nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 menjadi nomor 2, nomor 4 menjadi nomor 3, dst. Kemudian masukan link blog anda sendiri pada urutan paling bawah ( nomor 10). Dan silahkan ajak teman anda untuk mengikuti cara ini serta sebarkan cara ini ke banyak Situs Jejaring Sosial anda.
  1. Blog.PatasHoster
  2. Maulana Hosting
  3. Blog Maulana Cell
  4. PatasGSM
  5. Wayjar’ Blog
  6. All News
  7. Dunia Chayoy
  8. ProBlogger World
  9. Mencari Ridho Illahi
  10. Pelangi Senja

Keterangan:
Jika anda mampu mengajak lima orang saja untuk mengcopy artikel ini maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:

Posisi 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jumlah backlink = 5
Posisi 8, jumlah backlink = 25
Posisi 7, jumlah backlink = 125
Posisi 6, jumlah backlink = 625
Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
Posisi 4, jumlah backlink =15,625
Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125

Dan nama dari alamat blog dapat dimasukan kata kunci yang anda inginkan yang juga dapat menarik perhatian untuk segera diklik. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung downline mengklik link anda maka anda juga mendapat traffic tambahan.

Saya sarankan anda mencoba cara ini dan silakan copy sebarkan artikel ini atau bisa dengan cara mengkopi kode di bawah ini biar simple tanpa repot kemudian postingan menggunakan menu Edit Html ( agar link ? link nya tidak hilang karena disinilah letak Site Link in Alexa itu ). Hilangkan link nomor 1 dan masukan alamat blog anda pada nomor 10. Buktikan sendiri hasilnya setelah itu baru komentar.

Peringatan:

Artikel ini harus permanen selamanya di blog anda, anda tidak boleh menghapusnya.
Read more...

Saturday, October 5, 2013

Terimakasih Masa Lalu

0 comments
Terimakasih Masa Lalu

Kan ku biarkan kau terbang dari persinggahan hati ini..
Kan ku lepas semua ikat yang mungkin membelenggu..
Terimakasih untuk kasih yang telah terjaga..
Maaf untuk semua luka yang ku buat..

Mungkin cerita kita tak pantas ada.

Cerita ini terjadi sepuluh tahun yang silam, jika menceritakan kepedihan tentu seolah semua pedih yang ada. Namun, ternyata aku mampu melaluinya dengan tegar. Terbukti aku masih bernafas untuk ketiga buah hatiku yang cantik dan tampan. Merekalah yang membuat aku tetap menghirup udara segar hingga kini, merekalah yang menjadi motivasiku melupakan semua kepedihan itu. Aku tidak ingin menyalahkan nasib yang terjadi padaku, semua ini adalah ujian ...kata-kata itu selalu menghibur aku selamanya....

Aku selalu meyakinkan diri, bahwa aku akan tetap berdiri membawa ketiga buah hatiku menjadi orang yang dibanggakan suatu hari kelak. Setiap waktu, dalam selimut kehidupan yang setiap hari berubah aku tidak boleh menyerah karena keadaan. Semua sudah terjadi dan ini adalah keputusan. Sebuah keputusan yang benar-benar telah menjadi pertimbahangan yang matang. Aku harus berpisah dengan ayah dari anak-anakku.

Terlalu banyak kenangan manis untuk di lupakan, empat belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mempertahankan sebuah keluarga yang utuh. Akhirnya, aku tidak dapat lagi mempertahankan semua itu karena suatu sebab yang menyalahi aturan agama manapun.

Masih segar dalam ingatan, peristiwa demi peristiwa berlalu dalam kehidupanku. Malu rasanya menceritakan semua ini dalam bentuk tulisan seperti ini, namun ini akan menjadi pelajaran berharga untuk semua orang. Mengapa aku berkata demikian, untuk mencari pasangan dalam hidup memang dibutuhkan kejelian dari mulai soal agamanya, keluarganya, kehidupannya bahkan harus mengenal siapa sahabat-sahabatnya. Semua membutuhkan observasi secara mendalam.

Aku mengenal dia ketika hatiku terluka, kecewa dan kesedihan yang menggumpal menjadi satu. Malam itu, adikku akan menikah, adikku meninggalkan masa lajangnya mendahului aku. Salah satunya adalah bagian dari kekecewaan itu, maaf...bukan berarti aku ingin menghalangi pernikahan itu, namun tidak adanya pembicaraan antara adikku dan aku yang membuat aku kecewa termasuk juga calon suaminya, seolah aku tidak pernah ada diantara mereka. Saat itulah, kakak angkatku dari luar kota membawa temannya dan mengenalkannya padaku. Dari situlah awal cerita itu terjadi, karena sejak itu teman kakakku selalu datang ke rumah tanpa ku undang. Aku heran, mengapa dia selalu datang kerumah dengan membawa buah tangan untuk keluargaku dan aku. Aku tidak pernah menyadari, jika suatu hari dia menyatakan ingin menikahi aku. 

Aku masih ingat dia datang membawa orangtuanya melamarku, mengatakan ingin mengikatku dengan pertunangan. Aku tidak bisa menjawab, namun kedua orangtuaku yang masih terbilang kolot mengatakan:"Terimalah, karena jika ada yang meminang kita, kita tidak boleh menolaknya." 
Aku penuh dalam kebimbangan, satu sisi aku memang sudah waktunya menikah, karena usiaku sudah dua puluh tiga tahun dan sudah di langkahi oleh adikku pula. 
Aku berpikir,"Mungkinkah ini jodoh aku?"
Sepertinya aku tidak mempunyai pilihan, karena memang aku juga baru beberapa bulan ditinggalkan kekasihku menikah. Ya, kekasihku sejak sekolah itu telah tega meninggalkan aku karena di jodohkan oleh orangtuanya. Malang nasibku waktu itu....dan itu juga bagian dari perasaanku yang terluka dan membuat aku sangat sedih.

Dalam kisaran waktu begitu cepat aku harus menganggukan kepala dan menjawab "iya" pada keluarga yang ingin menjadi suamiku kelak. Dan orangtuanya segera menentukan waktu pernikahan itu, aku hanya diam dan tidak mengerti lagi apa yang harus aku lakukan. Aku hanya pasrah, dan berpikir inilah jodoh itu.
Tahun 1990 aku menikah, dan baru aku tahu mengapa orangtuanya ingin menikahkan aku dan putranya begitu cepat, karena orangtuanya akan berangkat haji. Dan dia ingin tidak terjadi sesuatu pada kami setelah beberapa bulan pertunangan itu, mungkin benar rasa khawatir orangtua terhadap anaknya dan aku memakluminya.

Menjelang keberangkatan orangtuanya, aku menghantarkan beliau sampai ke Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta. Selang beberapa waktu setelah aku mendengar kalau bapak sudah sampai dengan selamat di Jeddah. Alhamdulillah...pikirku. Aku dan suamiku selalu memantau keadaan Jamaah haji Indonesia khususnya kloter mertuaku. Tiba-tiba terjadi peristiwa yang menjadi peristiwa terbesar di Mina, berdesakannya Jamaah Haji di Terowongan Mina mengakibatkan menimbulkan banyak korban meninggal dunia. Alhamdulillah, beberapa hari memantau perkembangan meninggalnya Jamaah haji Indonesia nama mertuaku tidak ada, walau hatiku sangat sedih banyak jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia disana.

Dua tahun pernikahanku, aku mulai mengandung buah hatiku. Disinilah semua mulai terkuak satu demi satu, siapa sebenarnya keluarga suamiku, siapa orangtuanya yang menikahkan aku waktu itu dan siapa sebenarnya suamiku. Aib rasanya aku menuliskan semua ini dalam lembaran kertas tak ternoda ini. 
Kakak angkatku datang dari luar kota, selang waktu makan pagi esok harinya aku bercerita kalau aku sudah menikah dengan temannya (dia tidak tahu jika akhirnya aku menikah dengan temannya). Aku memang tidak memberitahukan kakakku, karena kakakku berada jauh di Kalimantan, waktu itu alat komunikasi tidak secanggih sekarang, dan memalui surat sedangkan kakakku berada di pedalaman Kalimantan. Tiba-tiba kakaku memeluk aku, tak terpikirkan olehku jika kakakku sangat ingin menceritakan siapa sebenarnya suamiku, namun waktu itu aku berpikir, kakaku kangen karena sudah hampir dua tahun tidak pulang sejak membawa temannya dalam pernikahan adikku dulu. Direngkuhnya aku kedalam dadanya begitu dalam, aku heran....karena tingkah kakaku sedikit aneh. Karena bukan sekali ini saja dia pergi ke luar kota dan datang setelah sekian tahun baru kembali. Biasanya, dia akan cerita apa saja yang dia lakukan di kota orang (kakaku bekerja sebagai kontraktor pembukaan lahan baru di desa-desa terpencil). Namun kali ini, tidak seperti sebelumnya. 

"Kak...kenapa kakak memeluk aku seperti ini? ada apa kak?" aku beranikan bertanya soal kenapa kakak memeluk aku. 

Kakakku menghela nafas, lalu bergumam,"kenapa kamu menikah dengan dia"....

Aku mendengar gumaman itu. "Kak kenapa....kakak tidak apa-apa kan?" kataku heran.

Lalu aku ditariknya lebih dekat dengan dia, "De....kamu bahagia menikah dengannya?"

"Kenapa kakak bertanya demikian, aku bahagia kak, mungkin dia jodoh yang Allah kirim untuk aku melalui kakak" kataku....

"Maafin kakak ya de....kakak tidak tahu harus  menceritakan semua ini dari mana" Kakakku seperti bingung.

"Kak...ceritakanlah apa yang ingin kakak ceritakan padaku" kataku 

"Jika cerita kakak buruk sekalipun, tolong beritahu aku siapa suamiku sebenarnya..."lanjutku setengah memohon.

"De...semua sudah terjadi, namun ini memang perlu kamu ketahui. Dan kakak minta maaf, jika waktu memperkenalkan suamimu dulu itu kakak tidak mengira jika akhirnya begini..."kakakku seperti menyesal memperkenalkan aku dengan temannya (yang akhirnya menjadi suamiku)

"Sebenarnya, orangtuanya itu bukan orangtua kandung. Dia hanya diangkat oleh bapak itu, dan orangtuanya ada di Sumatra Selatan. Dan orangtuanya yang ini, mempunyai kelainan jiwa. Dia suka pergi malam hari seperti layaknya wanita dan berkumpul bersama-sama dengan komunitasnya di suatu tempat di Jakarta" kakakku mulai cerita....

Aku hanya diam terpana..."terus kak" kataku...

Kakakku melirikku dengan iba. lalu..."Disana juga awal dia bertemu dengan suamimu, dia merasa suka pada suamimu hingga di bawanya ke rumah dan diangkat menjadi anaknya, dan tak lebih suamimu itu juga sama seperti orangtua angkatnya" kakakku memeluk aku, aku mulai menangis tersedu-sedu. 

"Kakak waktu itu sedang merubah perilaku dia, dan mengenalkan kepada keluarga kakak lainnya termasuk kamu dan ibu bapak juga adik-adik kakak lainnya. Bahwa kehidupan yang dia jalaninya itu salah, dan kakak juga membawa kepada sahabat kakak yang mengerti soal kejiwaan seperti yang dia dan orangtua angkatnya lakukan" lanjut kakakku. 

"Semoga perilakunya berubah setelah menikah denganmu, dek! dan meninggalkan dunianya itu..."setengah berbisik di telingaku....

"Aamiin, semoga Allah mendengar doa kakak ya kak..." Jawabku.

"Kak...aku sedang  hamil empat minggu"kataku, sambil melepaskan kepalaku dari pangkuannya.

"Alhamdulillah....kamu harus menjaga kondisi agar bayimu nanti menjadi sehat" nasehatnya sambil memeluk aku lagi...

Aku mendapatkan kedamaian hati ketika kakak angkat ku pulang, karena aku memang tidak mempunyai kakak laki-laki. Aku seperti mendapatkan perlindungan, walau kakakku jarang sekali dekat dengan kami. Aku bertemu kakak, ketika semasa sekolahnya dulu sering main ke tempat wisata dekat rumahku. Dia mampir sekedar membeli minum atau istirahat di rumah, lama-lama kakak sering rebahan di bale warung. Karena ibuku membuka kedai minuman dan makanan kecil. Setiap orang yang melancong ke tempat wisata pasti mampir ke warung ibu termasuk kakakku. Dan aku masih ingat, usiaku saat itu masih sekolah dasar. Jika hari minggu atau kakak bolos sekolah, pasti ke rumah. Kadang membantu aku mengerjakan PR sekolah, atau sekedar bermain-main saja denganku.

Kehamilanku mulai memasuki angka tujuh bulan, orangtuaku membuat pesta besar-besaran dengan mengundang banyak orang termasuk dari kantor kerjaku (aku kerja pada sebuah instansi pemerintahan). Banyak sahabat dan handai taulan hadir mengucapkan selamat atas kehamilanku. Kakakku tidak bisa hadir dalam pesta itu, karena baru beberapa bulan kembali ke Banjarmasin. Aku mendapatkan kado istimewa darinya,  sebuah bok bayi yang besar. 

Setelah pesta itu, suamiku tidak pulang selama seminggu. Aku gelisah, aku takut jika terjadi sesuatu padanya. Selang kemudian seorang laki-laki datang ke rumahku yang mengaku kakaknya dari Sumatera. Aku bingung, karena aku tidak mengenal keluarga kandungnya. Laki-laki itu bernama Pipin. Kak Pipin langsung pulang dan tidak mungkin menginap di rumah tanpa suamiku. Aku katakan suamiku sudah seminggu ini tidak pulang.
Lalu kak pipin pamit pergi dan akan mencari penginapan di Jakarta.

"Aku mencari tahu pada siapa keberadaan suamiku,"pikirku

Entah kenapa aku ingin mencari suamiku melalui tetangganya di Kampung Melayu. Ada seorang Ibu dan putranya disana yang sudah seperti keluarga dengan suamiku,  dan keluarga ini yang baru diceritakan padaku.  Dan aku pernah di ajaknya silaturahiim kepada keluarga mereka. Aku masih ingat alamat itu, dan aku pasti bisa kesana tanpa suamiku. Lalu aku utarakan niatku itu pada kedua orangtuaku, dan akhirnya mereka setuju untuk mengantarkan aku mencari dimana suamiku sekarang.

Sejak cerita kakakku, seringkali aku hampir tidak tidur nyenyak, namun sedikitpun aku tidak menceritakan hal ini pada ayah dan ibuku. Aku takut, mereka akan salah tafsir mendengarnya.
Keesokan harinya, pagi-pagi aku bersiap untuk pergi bersama orangtuaku. Menggunakan kereta api aku menuju stasiun Tanah Abang dan menyabung bus kota ke Kampung Melayu. Hampir dua jam perjalanan dengan sedikit lelah karena aku sedang hamil tua, sampai juga aku ke rumah ibu Kampung Melayu. Ibu sangat senang dengan kunjungan kami ketika itu, namun singkat cerita aku menanyakan suamiku apakah selama hampir seminggu ini dia berkunjung kesini. Ternyata tidak ada, aku bingung lagi harus kemana.
Bang Awan, katakanlah nama orang itu. Tiba-tiba dia hadir diantara obrolan kami, dan dia memberitahu kalau suamiku pernah cerita soal sebuah villa di Puncak, Bogor. Alhamdulillah...aku mendapatkan petunuk dan alamat lengkap villa itu. Dan kami segera pamit kepada mereka.

Sekitar hampir jam tiga sore, kami sampai di Villa tersebut. Dengan diantar tiga ojek motor dan jalan sedikit menaik ke perbukitan serta udara dingin sekali mulai terasa sore itu, karena aku dan orang tuaku tidak menggunakan baju hangat. Aku melihat sebuah villa yang tidak begitu bagus, namun sangat luas. Disekitar villa itu ada sebuah rumah kecil, namun terlihat antik dan rapi. Banyak bunga dan tanaman yang baru ditata, mungkin baru penyegaran tanaman begitulah kira-kira menurut aku.

"Assalamu'alaiku....aku mengetok tiga kali pintu rumah itu"....

"Wa'alaikumsalam....."suaranya seorang laki-laki. Dan keluarlah seorang laki-laki hampir sama usianya dengan suamiku. Dan dia bertanya mencari siapa dan dari mana. Tanpa panjang lebar aku memberitahukan bahwa aku adalah istri Herman yang katanya suka kesini, dan ingin bertemu dengannya. 

"Oh...silahkan masuk mbak, bapak dan ibu..."laki-laki itu mempersilahkan aku masuk. Mungkin dia kasihan melihat perutku yang besar berdiri terus di pintu.

"Perkenalkan, saya Rio mbak..." sambil menyalami aku, laki-laki itu mempersilahkan duduk.

Aku menceritakan tujuanku datang kesini. Dan sungguh tak disangka jika cerita yang aku dapatkan membuat aku dan kedua orangtuaku hampir mati berdiri....

"Begitulah mbak ceritanya, saya juga sering memberikan nasehat pada suami mbak. Bahkan saya tidak tahu kalau ternyata dia sudah mempunyai istri yang sedang hamil." lanjut nya

Dengan menahan tangis, aku pamit pulang. Selama dalam perjalanan orang tuaku menyesali semua yang sudah terjadi. Bahkan dia menyesal agar aku menerima pinangannya suamiku dulu. Namun, kedua orang tuaku termasuk tegar, mendengar cerita yang seharusnya tidak mereka tahu tentang suamiku sebenarnya.

**&**

Singkat cerita, aku kini telah mengambil keputusan atas semua perilaku menyimpang suamiku yang tidak berubah. Walau keputusan itu terlambat setelah aku menikah, namun inilah takdir yang aku jalani selama ini.
Alhamdulillah...Allah telah memberikan ketegaran atas cobaan ini.

Semoga cerita ini bermanfaat, dan akan menjadi pembelajaran untuk yang belum menikah....

Jazzakumullah Khoiran Katsiron...













Read more...

Friday, October 4, 2013

MALAIKAT HATI

0 comments
MALAIKAT HATI

Tak sulit kau berpaling dariku
Masih banyak disana yang mencintaimu
Namun semua tak mengindahkanmu
Kau berucap "ku tetap memilihmu"

Aku terdiam tanpa berkata
Saat ketulusan hati mulai berbicara
Begitu indah kini ku rasa
Kau cintai aku apa adanya

Diantara luka kau tertawa
Diantara pedih kau masih setia
Walau samudra memisahkan kita
Masih ku rasakan kasihmu suci tak bernoda

Kau ajarkanku arti mencintai
Kau berikan cinta sepenuh hati
Tuhan tolong jawab do'aku ini
Satukan kami dibumi dan surga nanti
Read more...

Saturday, September 21, 2013

Pantaskah Aku?

0 comments

Bismillahirrahmaanirrahiim...


Ya Allah...


Kapan kami akan kesana...?

Menjadi tamu di rumah-MU yang Indah...?

Memenuhi panggilan-MU..



Yang terus berkumandang di dalam hati ini...?



Mungkin sekarang belum 'pantas' menjadi tamu-NYA, 


Jadi kesempatan itu masih ditunda-NYA , 


Sampai benar-benar 'pantas' bertamu ke rumah-NYA....


Ya Rabb,




Mudahkan,




Lapangkan,


Nazar dan keinginan ini,



Ingatkan...




Saat Engkau memberi kemampuan kepada kami 

untuk bisa menjadi tamu di rumah-Mu yang Indah itu.




Aamiin...


Labaik allahumma labaik. 
Labaik la syarika la. 
Innal hamda wa ni'mata. 
Laka wal mulk la syarîka la


Read more...

~*CUKUP ALLAH DERMAGA HATIKU*~

0 comments

~*CUKUP ALLAH DERMAGA HATIKU*~


Bismillahirrahmanirrahim…



Jangan memuji kecantikan pelangi,
Tapi pujilah ALLAH..
Yang menciptakan Langit & Bumi.



Jangan percaya
Denga kata-kata bijakku...
Tapi percayalah Firman ALLAH Yang Maha Benar.

Jangan masukkan namaku di hatimu...
Tapi masukkan nama ALLAH...
Hingga hatimu tenang...

Jangan sedih jika cintamu di dustakan,
Tapi sedihlah jika engkau dustakan ALLAH..
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair,
Tapi mintalah kepada ALLAH ,
yang memiliki cinta yg kekal dan sejati..

Ya Allah Yang Maha Rahman & Rahim..
Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras..
Hingga lupa akan RahmatMu..

Dimanakah ku harus berlabuh...
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata "ini bukan untukmu..."
"Segera menjauh karna disini bukan tempatmu...!!!"

Ya Allah..
DI manakah dermaga untukku berlabuh…???
Agar segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan harus arungi waktu,..
Hamba lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah...
Berilah hamba penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju...
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku...

Ya Allah...
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku...
Karena ku tak berdaya tanpa hadir-Mu.

Aamiin Ya Allah Ya Rabbal'alamiin
Read more...

Ternyata Kecepatan Cahaya Ada dalam Al Qur’an

0 comments

Ternyata Kecepatan Cahaya Ada dalam Al Qur’an


Bagi umat Islam, al-qur’an adalah sebuah kitab suci yang memiliki semua rahasia kehidupan. Dalam postingan kali ini, kami akan membahas salah satu ilmu pengetahuan yang ada di dalam al-qur’an yang mungkin tidak diketahui semua orang, yakni tentang kecepatan cahaya -yang masih merupakan misteri bagi para ilmuwan-. Benar, jika kita tafsirkan dengan benar di dalam al-qur’an akan ditemukan rumus kecepatan cahaya yang ternyata jika dicocokkan dengan angka-angka temuan para ilmuwan tidak jauh berbeda.

Kecepatan Cahaya, Kecepatan gelombang elektro magnetic yg tercepat di jagat ini, yaitu: 299792.5 Km/detik, yang baru diketahui abad 20, ternyata telah ditulis Qur’an 1400 Tahun yang lalu.

Mungkin kita pernah tahu jika konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:

US National Bureau of Standards, C = 299792.4574 + 0.0011 km/det

The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/det

Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar: ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

Sekarang, mari kita lihat apa yg Qur’an tulis tentang kecepatan cahaya.

Qs. 10 Yunus: 5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (jalan-jalan) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui.

Qs. 21 Anbiyaa: 33. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

Qs. 32 Sajdah: 5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Sekarang, mari kita perhatikan dengan seksama.
Jarak yang dicapai “Sang urusan” selama 1 hari = jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan.

C . t = 12000 . L
dimana : C = kecepatan Sang urusan
t = waktu selama satu hari
L = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Sekarang, sistem kalender telah diuji mendapatkan nilai C yang sama dengan nilai C yang sudah diketahui setelah pengukuran.

Ada dua macam system kalender bulan:
1. Sistem sinodik, didasarkan atas penampakan semu gerak bulan dan matahari dari bumi.
1 hari = 24 jam
1 bulan = 29.53059 hari

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang
dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik
1 bulan = 27.321661 hari
Bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi
. Periode ini disebut “satu bulan sinodik”

Selanjutnya perhatikan rute bulan selama satu bulan sidereal, Rutenya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L = v . T.

Dimana:
v = kecepatan bulan
T = periode revolusi bulan
= 27.321661 hari
a = 27.321661 days/365.25636 days x 360 o = 26.92848o

Ada dua tipe kecepatan bulan :
1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan
rumus berikut: ve = 2 . p . R / T

dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km
T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam
Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam
= 3682.07 km/jam

2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan. Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve * Cos a

Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal
a = 26.92848o
Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !

Jika:
L = v . T
v = Ve * Cos a
Ve = 3682.07 km/jam
a = 26.92848 o
T = 655.71986 jam
t = 86164.0906 detik

Maka:
C . t = 12000 . L
C . t = 12000 . v . T
C . t = 12000 . (Ve * Cos a) . T
C = 12000 . ve . Cos a . T / t
C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 detik
C = 299792.5 km/det

Sekarang,,, mari kita bandingkan antara perhitungan yg ditulis Qur’an dengan perhitungan abad 20.

Qur’an ————————————–> C = 299792.5 Km/detik
US National Bureau of Standards, ——> C = 299792.4574 + 0.0011 km/detik
The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/detik

Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar: ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik”.

Kesimpulan dari Profesor Elnaby:
“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C hasil pengukuran selama ini dan juga mnunjukkan kebenaran AlQuranul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah ALLAH, Sang Pencipta Alam Semesta Raya.”

Elnaby, M.H, 1990, A New Astronomical Quranic Method for The Determination of The Greatest Speed C

Fix, John D, 1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier, 1st edition, Mosby-Year Book, Inc., St Louis, Missouri


Sumber :http://mutsla.blogspot.com
Read more...

Sedekah yang salah Alamat

0 comments

Sedekah yang salah Alamat

Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau laku­kan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan me­reka, beliau berkata kepada mereka, “Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan, benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, keja­dian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.
“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menu­rutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sede­kah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.

“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergu­mam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sede­kahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

Maka, dia kemudian, dengan cermat, men­cari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahui­nya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.
Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pen­curi!’
“Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaru­niakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”

***

(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah)
Read more...

PERAN ISTRI DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH

0 comments
PERAN ISTRI DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH

Keluarga yang sakinah merupakan dambaan bagi setiap orang. Karena dalam keluarga sakinah seseorang akan dapat mengecap kebahagiaan yang tiada taranya. Dalam keluarga sakinah, seorang anak akan dapat tumbuh dengan baik, serta keharmonisan akan terus terjaga.

Banyak faktor yang mendasari terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah. Peran dari masing-masing anggota juga sangat penting untuk dapat mewujudkan keluarga yang sakinah. Suami, istri, dan anggota keluarga lain memiliki peranan masing-masing.
Selain suami, peran seorang istri berpengaruh cukup besar untuk mampu menciptkan sebuah keluarga saminah. Hal ini karena tanggung jawab utama seorang istri (bersama suami) adalah menciptakan keutuhan dalam rumah tangga. Lantas bagaimanakah cara seorang istri untuk menciptakan keluarga sakinah? Jawabnya adalah banyak! Diantara sekian banyak peran istri, beberapa hal yang cukup penting dan kadang terlupakan oleh seorang istri adalah:

1. Memberikan sambutan yang menyenangkan

Tugas utama seorang suami adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Suami akan berusaha semaksimal mungkin menafkahi keluarganya dengan cara yang halal. Setelah seharian bekerja di luar rumah, tentunya sangat penat, lelah dan capek akan dirasakan oleh suami. Di sinilah peran istri untuk menghilangkan, atau setidaknya mengurangi rasa penat suaminya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang istri dalam menyambut pulangnya sang “nahkoda”, diantaranya adalah :

Menampakkan wajah cerah
Sambutlah kedatangan suami dengan wajah yang cerah. Karena menyambut kedatangan suami dengan wajah yang cerah akan mengurangi rasa penat yang ada. Jangan menyambut suami yang beru pulang kerja dengan wajah cemberut, apalagi marah-marah. Hal ini akan membuat suami yang telah lelah bekerja menjadi kesal.

Menyampaikan berita yang menyenangkan
Apabila istri mempunyai beberapa berita untuk suami, baik itu yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan hati, jangan langsung memberitahukannya sekaligus. Sampaikan berita yang menyenangkan dahulu kepada suami.Setelah suami beristirahat dan rasa lelahnya berkurang atau bahkan hilang, baru sampaikan kepadanya berita yang kurang menyenangkan. Hal ini akan berpengaruh pada respon suami terhadap berita tersebut.

Mengungkapkan kerinduan
Ucapkan kata-kata yang manis kepada suami sebagai tanda kerinduan sang istri pada suaminya. Kata-kata yang mengandung kerinduan dari sang istri akan mampu mengembalikan semangat suami, setelah seharian berpeluh mencari nafkah.

Menyajikan hidangan untuk suami
Alangkah baiknya jika kedatangan suami juga disambut dengan hidangan ringan, sebelum melakukan makan bersama. Hidangan ini dapat berupa minuman hangat, baik berupa teh, kopi atau minuman lain kesukaan suami. Apalagi ditambah dengan camilan kecil. Dengan menyajikan hidangan ini suami akan merasa lebih diperhatikan.

2. Memperindah dan memperlembut suara

Kita kadang sering menjumpai seorang istri yang menyambut kedatangan suaminya dengan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Entah itu dengan nada kesal, marah, atau lainnya. Terlebih lagi jika suami terlambat pulang. Janganlah hal ini dilakukan, karena hanya akan memancing emosi dari suami. Apapun yang terjadi berbicaralah kepada suami dengan lembut dan santun. Jika istri berbicara dengan suami secara lembut, maka suami dengan sendirinya akan menghargai sang istri.

3. Berhias

Sudah menjadi kebiasaan wanita jaman sekarang untuk tampil mempercantik diri dengan berhias. Namun sayangnya mereka (terutama para istri) berhias jika hanya akan keluar rumah. Padahal jelas-jelas dalam sebuah hadist, Rosululloh menganjurkan istri supaya berhias untuk suami mereka. Namun justru istri berhias jika ingin pergi keluar rumah, dan tampil “acak-acakan” jika dalam rumah meskipun ada suaminya.
Hal inilah yang harus dirubah. Sebaiknya para istri berhias untuk suami mereka, sehingga suaminya merasa betah di rumah serta bangga dengan istrinya.

4. Melayani kebutuhan biologis suami.

Seorang istri diwajibkan untuk melayani kebutuhan biologis suami, kecuali jika sedang ada “halangan”. Dalam melayani suami seorang istri harus melakukannya dengan ikhlas sehingga suami merasa senang dengan pelayanan sang istri sehingga tidak tertarik dengan “rumput” lain di luar rumah.

5. Ikhlas menerima keadaan

Seorang istri sebaiknya merasa ikhlas dalam menerima keadaan keluarga. Apapun keadaan keluarganya, istri yang ikhlas dalam menerimanya akan meningkatkan rasa sayang suami. Meskipun kekurangan, tapi jika ikhlas menerimanya, insya Alloh akan menjadi barokah.

6. Menjaga kesetiaan

Setia adalah salah satu kunci dalam membina keutuhan sebuah keluarga. Baik suami atau istri wajib untuk menjaga kesetiaannya terhadap pasangan hidup masing-masing. Dengan menjaga kesetiaan, insya Alloh kehidupan keluarga akan bahagia.

7. Meredakan amarah suami

Sering karena suatu hal, suami marah entah terhadap istri, anak-anak maupun hal-hal lain. Jika suami sedang marah, istri jangan lantas ikutan marah. Hal ini hanya akan berakibat fatal. Redakan amarah suami dengan bujukan dan rayuan, karena bukankah seorang wanita itu pintar dalam mencuri hati laki-laki?

8. Menjaga kehormatan

Kehormatan di sini bukan hanya kehormatan sang istri sendiri. Istri juga harus mampu menjaga kehormatan keluarganya. Jangan umbar aib keluarga kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Hal ini hanya akan membuat kehormatan keluarga tercoreng.

9. Memuliakan keluarga dan tamu suami

Anggaplah keluarga suami sebagai keluarga sendiri. Hargai dan hormati tamu-tamu yang ingin bertemu dengan suami. Jangan karena tamu suami, sang istri tidak mau menghargainya. Hal ini hanya akan menimbulkan perpecahan dalam keluarga.

10. Sabar

Bersabarlah dalam menghadapi kehidupan ini. Apapun yang terjadi, sikap sabar merupakan hal yang paling utama.

11. Merapikan rumah

Rumah yang rapi, bersih, dan nyaman merupakan rumah yang disenangi oleh semua anggota keluarga. Merapikan rumah adalah salah satu tanggung jawab istri. Jangan biarkan rumah dalam keadaan berantakan, karena hanya akan membuat penghuninya tidak merasa betah untuk tinggal di dalamnya.

12. Menghormati dan menghargai orang tua suami

Acapkali dijumpai seorang istri sangat menghormat suaminya tetapi kurang bahkan tidak menghormati pada orang tua suaminya, bahkan meremehkannya. Hal ini jangan sampai terjadi karena sejatinya seorang suami yang harus ditaatinya itupun masih harus menghormat dan mengagungkan orang tuanya. Ingat ridho Alloh beserta ridho orang tua, dan murkanya Alloh beserta murka orang tua.


Jika istri,suami, dan anggota keluarga lain sudah tahu dan menjalankan tugas-tugasnya, insya Alloh keluarga sakinah yang diidamkan akan terwujud. Amiin.
Read more...

Lima Wasiat Abu Bakar Ash- Shidiq

0 comments
Lima Wasiat Abu Bakar Ash- Shidiq

Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.”

Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.

Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh). Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.” (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83) ayat 14.

Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulallah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, ”Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.”

Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga ‘Adn. Mereka kekal di dalamnya.

Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yakin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati (eskatologis). Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat). Demikian lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga. Aamiin.






Read more...

Khalifah Umar Bin Khatab dan Gubernur Miskin

0 comments
Khalifah Umar Bin Khatab dan Gubernur Miskin

Khalifah Umar bin Khattab berniat menggantikan gubernur Syam yang semula dipercayakan kepada Muawiyah. Penggantinya yang diinginkan Khalifah adalah Said bin Amir Al-Jumahi. “Aku ingin memberimu amanah menjadi gubernur,” kata Umar kepada Said. Said berkata, “Jangan kau jerumuskan aku ke dalam fitnah, wahai Amirul Mukminin. Kalian mengalungkan amanah ini di leherku kemudian kalian tinggal aku.” Umar mengira bahwa Said menginginkan gaji, “Kalau begitu, kita berikan untukmu gaji.” Said menjawab, “Allah telah memberiku rizki yang cukup bahkan lebih dari yang kuinginkan.”

Begitulah kursi gubernuran yang ditolak oleh Said dengan halus. Walau akhirnya dia harus menunjukkan ketaatannya kepada Khalifah dengan menaati keinginan Umar yang tetap bersiteguh untuk mengangkatnya sebagai gubernur Syam. Akhirnya hari yang ditentukan untuk keberangkatannya ke Syam tiba. Dari Madinah dia berangkat beserta istrinya menuju tempat tugasnya yang baru.

Sesampainya di Syam, Said memulai hari-harinya dengan amanah baru, menjadi gubernur Syam. Hingga suatu saat Said terlilit kebutuhan yang memerlukan uang. Sementara tidak ada uang pribadinya yang bisa dia pakai. Sementara itu di Madinah Umar mendapatkan tamu utusan dari Syam. Mereka datang untuk melaporkan beberapa kebutuhan dan urusan mereka sebagai rakyat yang hidup di bawah kekhilafahan Umar bin Khattab.

Umar berkata, “Tuliskan nama-nama orang miskin di tempat kalian.”

Mereka pun menuliskan nama-nama orang yang membutuhkan bantuan dari negara. Tulisan itu diserahkan kepada Umar. Dengan agak terkejut, Umar menemui sebuah nama. Said.

“Apakah ini Said gubernur kalian?”

“Ya, itu Said gubernur kami.” “Dia termasuk daftar orang-orang miskin?” tanya Umar lagi mempertegas.
“Ya,” jawab mereka meyakinkan.

Umar kemudian mengambil sebuah kantong dari kain yang terikat ujungnya. “Berikan ini kepada gubernur kalian,” kata Umar sambil memberikan kantong itu kepada mereka.
Rombongan itu akhirnya kembali ke Syam. Setelah sampai, mereka menyampaikan amanah dari Umar itu kepada Said gubernur mereka.

Sore harinya Said pulang ke rumah. Dia membuka kantong tersebut tanpa sepengetahuan istrinya. Dan ternyata kantong tersebut berisi uang seribu dinar. Jumlah yang tidak sedikit. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun,” katanya lirih. Ternyata istrinya mendengar perkataan tersebut. “Apakah amirul mukminin meninggal?” tanya istrinya. “Tidak, tetapi musibah yang lebih besar dari itu,” kata Said. “Maukah engkau membantuku?” sambung Said. “Tentu,” jawab istrinya. “Dunia telah memasuki diriku untuk merusak akhiratku,” kata Said.

Esok paginya, Said memanggil orang kepercayaannya untuk membagikan uang itu kepada para janda, anak yatim dan orang miskin yang membutuhkan. Tanpa tersisa sedikit pun. Barulah istrinya memahami kata-kata Said, “Dunia telah memasuki diriku untuk merusak akhiratku.”

Begitulah. Dan memang Said selalu berusaha untuk menjadikan dunia yang dimilikinya untuk membeli akhirat. Agar mendapatkan bidadari surga.

Ketika suatu hari istrinya menuntut uang yang diberikan dari kakhilafahan, sementara uang itu telah habis disumbangkan kepada orang lain. Hingga tuntutannya itu membuat Said tersiksa. Said berusaha menghindari istrinya beberapa hari dengan selalu pulang malam. Agar dia tidak mendengar lagi tuntutan istrinya.
Sampai istrinya akhirnya tahu bahwa hartanya telah habis dibagikan cuma-cuma. Sang istri menangisi kepergian harta itu. Dan inilah yang dikatakan Said kepada istri tercintanya, “Sebenarnya istriku, dulu aku mempunyai teman-teman yang kini telah lebih dulu meninggalkanku. Aku tidak rela setelah mereka pergi aku bergelimang harta. Dan kemudian bidadari surga itu jika muncul di langit dunia akan menerangi seluruh penduduk bumi dan sinarnya itu akan memadamkan sinar matahari dan rembulan. Pakaian yang dia pakai lebih baik daripada dunia seisinya. Maka aku lebih memilih dirimu untuk menjadi bidadariku di surga nanti.” Kata-kata ini membuat istrinya Said ridho.

Kehidupan seorang gubernur Said bin Amir tidak hanya terhenti sampai tingkat kesenangannya membagikan harta. Kalau kita menengok dalam rumahnya lebih ke dalam lagi, kita akan menjumpai kehidupan seorang gunernur yang tak kita jumpai hari ini. Gubernur yang sangat zuhud kepada dunia, tidak merasa begitu perlu dengan harta, maka mustahil kalau dia rela memakan harta rakyatnya.

Inspeksi mendadak yang dilakukan Umar ke Syam akan mengantarkan kita kepada kisah-kisah dalam rumah tangga Said. Begitu sampai Himsa, Umar mengumpulkan penduduk kota tersebut dan bertanya, “Wahai penduduk Himsa, bagaimana kalian mendapati gubernur kalian?” Jawaban mereka cukup mengejutkan, “Kami mengeluhkan empat hal. Pertama, dia selalu keluar kepada kami setelah siang datang.” 

“Ini berat,” kata Umar. “Kemudian apa?” tanya Umar kembali.

“Kedua, dia tidak melayani siapa pun yang datang malam hari.”

“Ini juga masalah serius, kemudian apa lagi?”

“Ketiga, ada satu hari dalam satu bulan dimana dia tidak keluar sama sekali untuk menemui kami.”

“Ini tidak boleh dianggap enteng, kemudian yang keempat?”

“Dia terkadang pingsan ketika bersama kami.”

Mendengar aduan ini, Umar tidak bisa tinggal diam. Dia merasa perlu untuk cepat menyelesaikan permasalahan yang timbul antara pejabatnya itu dengan rakyatnya. Itulah pemimpin mulia yang langsung mendengar masalah rakyatnya dan langsung memberikan solusi konkrit dan bukan pepesan kosong serta janji memuakkan. Umar membuat pertemuan akbar antara Said sebagai gubernur dan rakyatnya yang siap mengadili gubernur mereka.

“Ya Allah, jangan Engkau kecewakan prasangka baikku selama ini kepadanya.”

Kata Umar membuka pertemuan, “Baiklah, apa yang kalian keluhkan?”

“Pertama, Said tidak keluar menemui kami kecuali setelah siang datang menjelang.”

Said angkat bicara, “Demi Allah sesungguhnya aku tidak suka menjawabnya. Aku tidak mempunyai pembantu, maka aku harus mengadoni roti sendiri, kemudian aku tunggu sampai adonan itu mengambang dan kemudian aku panggang hingga menjadi roti, kemudian aku wudhu dan baru keluar.’

“Terus apa lagi?”

“Kedua, Said tidak mau melayani yang datang kepadanya di malam hari.”

“Apa jawabmu, wahai Said?”

“Sesungguhnya aku tidak suka menjawabnya. Aku menjadikan siang hariku untuk mereka dan aku menjadikan malamku untuk Allah Azza Wajalla saja.”

“Kemudian apa lagi?”

“Ada satu hari tertentu dimana dia tidak keluar sama sekali dari rumahnya.”

“Apa komentarmu?”

“Aku tidak mempunyai pembantu yang mencucikan pakaianku. Sementara aku tidak memiliki pakaian yang lain. Maka aku mencucinya sendiri dan aku tunggu sampai kering, selanjutnya aku keluar kepada mereka saat sudah sore.”

“Selanjutnya apa lagi?”

“Said suka pingsan.”

“Aku menyaksikan meninggalnya Khubaib Al-Anshari di Mekah. Kematiannya sangat tragis di tangan orang-orang kafir Quraisy. Mereka menyayat-nyayat dagingnya kemudian menyalibnya di pohon kurma. Orang Quraisy itu meledek, “Khubaib, apakah kamu rela jika Muhammad sekarang yang menggantikanmu untuk disiksa?” Khubaib menjawab, “Demi Allah, kalau saya berada tenang dengan keluarga dan anakku, kemudian Muhammad tertusuk duri sungguh aku tidak rela.” Ketika itu aku masih dalam keadaan kafir dan menyaksikan Khubaib disiksa sedemikian rupa. Dan aku tidak bisa menolongnya. Setiap ingat itu, aku sangat khawatir bahwa Allah tidak mengampuniku untuk selamanya. Jika ingat itu, aku pingsan.”

Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan prasangka baikku kepadanya.”


Read more...

Friday, September 20, 2013

Doa Menjelang Malam

0 comments
Doa Menjelang Malam

Bismillahirrahmaanirrahiim....


Ya Allah...

Jangan biarkan kami mengulang-ulang kebiasaan buruk kami

Setiap hari dan setiap saat...

Hingga kebiasaan itu menjadikan karakter dan kepribadian kami


Ya Allah..

Kuatkan kami untuk menjadi hamba-Mu yang lembut

Penuh kasih sayang

Penuh kesabaran

Penuh pengertian

Penuh cinta

Dan penuh keikhlasan


Ya Allah..

Sungguh kami lemah tanpa kekuatanMu

kami takberdaya tanpa pertolonganMu

Kami tak bisa memperbaiki keburukan kami

Tanpa Engkau papah dan bimbing kami

Untuk kembali kejalanMu

Kembali dalam cintaMu


Ya Allah..

Semoga dikala kami terbangun nanti

Engkau jadikan hati kami hati yang bersinar

Engkau jadikan prilaku kami prilaku yang menawan

Engkau jadikan sikap kami sikap yang menyejukan

Engkau jadikan lisan kami lisan yang menentramkan


Ya Allah...

Kami berserah diri hanya pada Kasih Sayang dan CintaMu

Aamiin Ya Rabbal'alamiin....

Read more...

Yang Ingin Mencintai-MU

0 comments
Yang Ingin Mencintai-MU

Bismillahirrahmaanirrahiim....

Ya Allah....

Setiap yang terjadi adalah kehendak-Mu

Setiap daun kering yang terhempas adalah kehendak-Mu

Setiap helaan nafasku juga adalah kehendak-Mu

Semua yang bergerak adalah wujud bergerak-Mu

Sedangkan kami tak berdaya atas diri kami


Ya Allah....

Hidup ini adalah milik-Mu yang maha menghidupkan

Kami tumbuh dan beranak pinak pun atas karunia-Mu

Kami bersengketa dan berlumuran darah atas ijin-Mu

Kami berbuat baik atas binar cahaya-Mu

Dan kami tak berdaya atas diri kami....


Ya Allah...

Kami hamba-Mu ingin menguatkan diri  mencintai-Mu

Namun, berkali-kali kami jatuh dan tersungkur...

Dalam cumbu rayu nafsu kami...

Yang memenuhi dada dalam sunyi...

Ya Allah...

Tangan kami merindukan pelukan cinta-Mu

Namun kala cinta-Mu menghampiri...

Kami tak menghiraukannya

Kami asyik dengan nafsu yang buruk rupa

Kami asyik bergandengan 

dengan nafsu yang sok baik

Kami asyik bercanda dengan nafsu 

yang menghibur dengan kepalsuannya

Kami asyik berjalan dengan nafsu 

yang memalingkan kami dari-Mu


Ya Allah...

Maafkan kami...

Kami mengaku hamba-Mu 

dikala takdir-Mu seiring dengan nafsu kami

Kami mengakui mencintaimu 

dikala kami membawa setumpuk permohonan kepada-Mu

Kami mengaku ikhlas 

dikala kami mengingat-Mu

Namun...

Pengakuan kami tak seiring dengan perilaku kami kepada-Mu

Pengakuan kami sering hanya menjadi pigura 

yang terpajang di dinding kamar kami

Pengakuan kami sering melebur dalam kelalaian kami...

Ampuni kami ya Rabb...





Read more...